h1

BERSAHAJA, BERSAHABAT, BERBAGI BERSAMA

30 Juli 2009

Selamat Datang SobatSalam Kenal para sahabat.Terimakasih telah berkunjung di situs personal, blog pribadi, sebuah persembahan dari orang biasa, yang bercita-cita luar biasa. Sebuah upaya sederhana yang masih perlu banyak belajar, berkarya, berkreasi, berbagi dan berbenah.
Sebab hidup terasa lebih indah dan lengkap, jika apa yang telah didapatkan, siap, mau dan mampu kita bagikan. Semoga kita dapat berbagi kata, berita, dan cerita, sehingga bisa saling melengkapi informasi, memberikan inspirasi, melakukan introspeksi, mengembangkan intuisi, dan menjalin interaksi, dalam suasana bersahaja dan dengan situasi bersahabat. Pada akhirnya, hal ini bisa dijadikan acuan untuk kemajuan pribadi dan kesejahteraan bersama.
Sekali lagi, Terimakasih telah berkenan Berbagi Kata Bersama.

h1

3 BLOG UNDIAN HADIAH PROBLOGKATOR

31 Oktober 2009

kotakSaat iseng-iseng blogwalking, mengakses keliling beberapa blog, ada sebuah situs yang menawarkan jasa pembuatan blog, tengah memperkenalkan program melalui launching problogkator dengan melakukan undian berhadiah berupa 3 blog dot com. Situs ini didukung oleh pengelola blogodolar selaku general managernya, yang mempromosikan launching problogkator tersebut kepada para sahabat blogger.
Sesuai dengan ketentuan hadiahnya ditujukan untuk 3 (tiga) pemenang. Perkenalan ini menawarkan hadiah undian blog dot com, yang semuanya akan ditanggung oleh penyelenggara. Tawaran menarik bagi para sahabat bloger yang ingin mempunyai domain blog sendiri, tidak bergantung pada web gratisan. Buat sahabat blogger yang beruntung akan bisa mengelola blog pribadi secara mandiri, apalagi akan ada dukungan backup dari pengelola problogkator yang telah diakui kredibilitasnya dalam testimoni sahabat blogger.
Dicetuskannya ide undian ini akan semakin menjalin kerjasama antar sahabat blogger dalam mendukung keberlangsungan suatu situs atau blog khusus. Tergantung kemauan para sobat blogger, tentu saja ada yang tertarik dengan penawaran ini, ada juga yang tidak tertarik atau bersikap biasa-biasa saja. Terpenting dari itu, tetaplah berkiprah dengan cara yang diyakini benar adanya. Keep stay blogging in the way that we are concerning. Selamat buat semua sejawat dan sahabat blogger. Semoga sukses selalu.

CATATAN KHUSUS
SEIRING PERKEMBANGAN NGEBLOG DAN MOTIVASI DARI PARA SAHABAT , SEJAK 01 NOVEMBER 2009, BLOG PRIBADI INI AKAN JARANG LAGI DIUPDATE, KARENA TELAH BERALIH KE SITUS PERSONAL YANG LEBIH SIMPEL DAN MANDIRI, NAMUN TETAP DENGAN POLA TUJUAN DAN MAKSUD YANG SAMA YAKNI UNTUK BERBAGI DALAM TUSUDA SPECIAL NOTES , SHARE WORD TOGETHER.
TERIMAKASIH BUAT SEMUA SAHABAT, SEJAWAT, SOBAT, KERABAT, DAN SIAPAPUN YANG TELAH BERKENAN BERKUNJUNG, BERBAGI KATA BERSAMA.

h1

3 TANTANGAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

21 Oktober 2009

jalan penuh tantanganSANGAT terasa kemeriahan suasana pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia terpilih pasca pemilu 2009, pada hari selasa, 20 Oktober 2009, dihadapan sidang paripurna anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terhormat. Walaupun pimpinan sidang MPR agak terbata-bata menyebutkan nama-nama para mantan pimpinan negara yang hadir saat itu. Namun suasana sakral pelantikan yang diliput berbagai media massa elektronik dan cetak tersebut berlangsung mantap dan lancar.
BANYAK ucapan selamat disampaikan kepada Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono, dan Wakil Presiden Boediono, yang telah mulai mengemban amanah rakyat, periode 2009-20014. Pengalaman beliau memimpin negara selama ini telah dijadikan pedoman untuk melakukan koreksi terhadap kinerja pemerintahan yang dipimpinnya. Proses seleksi, uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota kabinet, para menteri, pembantu presiden telah dilakukan dengan prosedur terbuka. Kini bermacam tantangan tengah menunggu dalam mencapai target kinerja yang dipromosikan, tugas-tugas pelayanan yang diemban, dan tanggung jawab moral yang harus diteladani, demi kesejahteraan bangsa dan negara tercinta.
1. TARGET KINERJA
Para pengamat, praktisi pemerintahan, pakar ketatanegaraan, dan seluruh masyarakat tentu sudah menyimak bagiamana target kinerja yang telah disampaikan presiden saat pelantikan. Target dalam sektor utama seperti pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, peningkatan pendidikan, dan derajat kesehatan masyarakat, perlu didukung dan dikawal bersama agar tercapai dengan baik.
2. TUGAS PELAYANAN
Tugas kenegaraan yang berat dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa (dalam negeri) dan memfasilitasi hubungan antar bangsa (luar negeri), perlu dibantu bersama agar lancar. Tugas spesial dengan anggota keluarga, tentu menuntut perhatian lebih, perlu dimaklumi bersama agar ada keserasian dan keselarasan.
3. TANGGUNG JAWAB MORAL
Presiden dan wakil presiden juga manusia biasa yang masih ada keterbatasan, perlu support positif demi kemajuan bangsa. Tuntutan untuk menegakkan demokrasi, memberantas korupsi, mengurangi ketergantungan dengan pihak asing serta mensejahterakan rakyat khususnya dalam segi pendidikan, pekerjaan dan kesehatan, merupakan tanggung jawab moral bersama, seluruh komponen bangsa.
YAKIN akan kharisma dan karakter beliau berdua yang sangat cerdas, santun dan sederhana, kita sangat berharap selama kepemimpinannya, bangsa Indonesia akan lebih adil dan makmur. Seperti motivasi pepatah, hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan saat ini harus lebih baik dari waktu kemarin. Selamat bekerja, selamat bertugas. Semoga sukses selalu.

h1

MENCARI APA YANG LAYAK DAN PATUT DICARI

18 Oktober 2009

indahnya alamDALAM sektor pemerintahan, tengah ngetrend terdengar istilah fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) terhadap calon pejabat yang akan dipromosikan menduduki jabatan tertentu. Pihak media hiburan (infotainment) untuk menaikkan rating siarannya, seringkali menayangkan proses audisi peserta kontes penampilan, musik, lagu, lawak, bahkan sulap. Pada aspek lainnya di bidang pendidikan dan perusahaan, juga mengadakan proses seleksi, penyaringan dan pemeriksaan, baik secara intelektual, mental dan spiritual. Apa yang telah diseleksi, disaring, diuji dan ditetapkan, tentu harapannya bisa mendapatkan bagaimana yang layak dan patut, dalam melanjutkan dinamika kehidupan institusional.
APA YANG LAYAK : THE RIGHT THING IN THE RIGHT PLACE
Apa yang layak dicari pasti tergantung pada tujuan hidup masing-masing individu. Namun apa yang selayaknya dicari dalam tatanan hidup yang lebih berguna, pasti ada tuntunan standar yang harus dijalankannya. Sesuatu yang benar mesti ditempatkan pada hal yang benar. Segala hal yang benar mesti diperjuangkan untuk mendapatkan tempat yang layak. Siapapun pasti memiliki semangat juang yang tinggi untuk mencari apa yang sebenarnya mau dicari dalam hidup ini.
APA YANG PATUT : THE GOOD THING IN THE THE GOOD WAY
Sesuatu yang kelihatannya baik tidak selalu mendapatkan sambutan penerimaan yang baik. Semua tergantung lagi kepada cara penyampaian dan persepsi masing-masing. Selalu harus ada upaya untuk mencari cara, agar apa yang telah baik bisa dilakukan dengan baik. Segala hal yang sudah baik harus dijalankan dengan cara yang terbaik, untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Sebagaimana suatu fenomena alam yang telah mengatur apa yang patut diaturnya dalam mekanisme hukum alam.
Secara langsung atau tidak langsung alam semesta telah melakukan proses pemilahan dan pemilihan alami (natural selection). Timbulnya berbagai bencana alam adalah sinyal kuat bagaimana cara alam melakukan seleksi alami tersebut. Alam semesta sebagai karya agung Sang Pencipta, lebih Maha Tahu, apa yang terbaik, bagaimana yang layak, siapa yang patut, untuk mengisi dan memperbaharui kesinambungan kehidupan semesta. Mahluk hidup sebagai bagian alam harus menjalaninya dalam siklus perubahan kontinyu. Dalam setiap kesempatan, selalu berupaya mencari apa yang layak dan patut dicari, demi kesejahteraan bersama dan kemajuan pribadi. Sudahkah kita mengetahui jelas, apa yang patut dan layak dicari sesuai kemauan dan kemampuan jati diri?

h1

MERASAKAN KENANGAN SAAT GALUNGAN

15 Oktober 2009

Pura Jagadhita KendariMENURUT kalender penanggalan khusus Bali, hari Rabu, Kliwon, Dunggulan, tanggal 14 Oktober merupakan Hari Raya Galungan. Sebuah hari peringatan kemenangan dharma (kebenaran) terhadap adharma (ketidakbenaran). Perayaan Galungan telah lumrah dilaksanakan oleh umat Hindu Indonesia, dimanapun berada baik di Bali maupun yang merantau keluar Bali (daerah transmigrasi). Suasana Galungan terasa spesial penuh kenangan saat tinggal di Bali, dibandingkan sekarang setelah menetap di Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara.
1. SEMBAHYANG BERSAMA DI PURA JAGADHITA KENDARI
Umat Hindu di Kota Kendari melaksanakan acara persembahyanagan bersama di Pura Penataran Agung Jagadhita, yang terletak didekat kompleks bangunan P2ID (Pusat Promosi dan Informasi Daerah) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kantor Camat Kadia, Kota Kendari. Sembahyang bersama dimulai pada jam 07.30 WITA, dengan diawali dharma wacana (ceramah agama) tentang makna galungan, sebagai suatu kesempatan emas bagi umat sedharma dalam memperbaiki keyakinan diri akan kebenaran ajaran Dharma-NYA. Disamping itu sebagai wahana untuk selalu meningkatkan kemampuan diri dalam menjalankan swadhrama (kewajiban tugas) masing-masing.
Suasana persembahyangan berlangsung khidmat. Selesai runtutan puja trisandhya dan panca sembah, umat mendapatkan percikan tirta suci dan bija sebagi simbol berkah dari TUHAN. Sembahyang bersama diakhiri dengan saling bersalaman mengucapkan selamat hari raya, dan saling bermaafan.
2. ANJANGSANA KE DAERAH TRANSMIGRASI KONAWE SELATAN
Setelah mempersiapkan keperluan bepergian keluar kota, kami berangkat menuju daerah transmigrasi Konawe Selatan, khususnya di Kecamatan Mowila, sekitar 45 km dari Kota Kendari. Bersama menemui para kerabat dekat, kenalan teman kerja dan keluarga dari anak tinggal (anak asuh) yang telah diajak selama ini mengemong anak kandung.
Suasana Galungan disana mengingatkan kembali kenangan saat berada di Bali. Setiap perumahan selalu terpasang penjor (bambu tinggi yang dihiasi janur dan dedaunan), sanggah (tempat persembahyangan keluarga) dihiasi berbagai warna kain dan bermacam sesajen. Pertemuan dengan kerabat diisi dengan sembahyang bersama, makan bersama menu khas Bali, saling berkunjung dan bermaaf-maafan.kartu selamat galungan
Galungan memang selalu meninggalkan kenangan dan akan terus menyisakan banyak makna dalam setiap kehadirannya. Selamat bagi yang merayakannya. Semoga damai selalu menyertainya.

h1

BANGUN BERSAMA SUKSESKAN BAHTERAMAS

12 Oktober 2009

Sunsetbeach2Mewakili Ketua BMW Sultra saya menghadiri acara pembukaan lokasabha (sejenis musyawarah daerah) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009, jam 8 malam, di aula Bapelkes Kendari. Diatas podium ruangan telah terpampang spanduk kuning bertuliskan “LOKASABHA V PERADAH INDONESIA SULTRA, BANGUN KEBERSAMAAN PEMUDA HINDU SUKSESKAN BAHTERAMAS, Kendari, 10-11 Oktober 2009”. Acara demi acara pun berlangsung penuh kesederhanaan. Diawali doa Puja Trisandhya, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, persembahan tari Panyembrahma, pembacaan sloka kitab suci Veda, selanjutnya diisi sambutan berturut-turut dari Ketua Panitia Lokasabha, dan Ketua DPP Peradah Indonesia Sultra, Ketua DPN Peradah Indonesia Pusat sekaligus membuka acara lokasabha, terakhir pengarahan dari sesepuh Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Sultra.
Sesuai tema kegiatannya, ada kutipan ringkas dari sambutan, arahan dan harapan para tokoh tersebut, yang perlu digarisbawahi bersama bagi pemuda Hindu. Hal ini menggugah saya untuk menuliskan kembali, secara singkat sesuai apa yang penting diingat saat acara pembukaan lokasabha itu.
1. Ketua Panitia Lokasabha, menegaskan “Para pemuda Hindu harus semangat, tidak perlu merasa malu telah melakukan kesalahan, daripada merasa benar karena tidak melakukan apa-apa”
2. Ketua DPP Peradah Indonesia Sultra, menekankan,” Setiap pemuda Hindu Sultra memiliki aset dan potensi besar dalam berbagai bidang yang bisa dikembangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. Kita harus bangkit memberikan kontribusi dan punya rasa percaya diri, untuk saling bekerjasama membangun Sultra melalui program Bahteramas (Bangun Kesejahteraan Masyarakat).
3. Ketua DPN Peradah Indonesia Pusat, mengapresiasi,”Kebersamaan yang telah terjalin dalam menjalankan roda organisasi pemuda Hindu di Sultra walaupun belum optimal harus terus dipupuk dan ditingkatkan terus, guna mencapai tujuan organisasi sesuai AD/ART Peradah”
4. Ketua PHDI Provinsi Sultra, mengarahkan,”Semua komponen organisasi Hindu dibawah naungan PHDI harus bahu membahu saling mendukung upaya pembinaan umat agar semua umat bisa memahami peranan penting organisasi tersebut dalam memajukan kepentingan umat”
Mengenai bagaimana kiprah Peradah Indonesia, bisa dibaca pada sumber artikel terkait berikut ini :
Explore the Spirit of Hindu Youth
Catatan Perjalanan Peradah
Transformasi Peradah

h1

MAKNA PERAYAAN SUGIHAN GALUNGAN

9 Oktober 2009

sucinya alamPADA kalender penanggalan khas Bali, hari Kamis Wage Sungsang, 8 0ktober, adalah hari sugihan bali, sedangkan Jumat Kliwon Sungsang, 9 Oktober merupakan sugihan Jawa. Sistem penanggalan ini mirip dengan perhitungan pawukon Jawa karena ditilik dari sejarahnya sistem pananggalan Bali merupakan pengembangan dari metode pawukon. Perhitungan ini akan berulang setiap 210 hari sekali, sehingga bisa datang dua kali perayaan dalam setahun.
Apa maksudnya sugihan? Mengapa ada perayaan sugihan? Bagaimana makna perayaaan sugihan bagi kesinambungan hidup alam semesta?
1. MAKSUD dari SUGIHAN
• Kata sugihan, berasal darikata SUGIH. Dalam bahasa Bali, sugih itu artinya kaya. Bila dimaknai secara harfiah SUGIHAN itu berarti saatnya memperkaya diri, kaya dalam pengertian spiritual atau memperluas wawasan, cakrawala keyakinan diri
• Sugih juga bisa berarti pensucian, pembersihan atau peleburan. Semua yang didapatkan, apa yang diperoleh dari alam, sudah saatnya untuk dibersihkan, disucikan dan disatukan menjadi bekal utama dalam menjalankan perayaan Galungan, sebagai hari kemenangan dharma melawan adharma.
2. MAKNA SUGIHAN JAWA dan SUGIHAN BALI
• Dalam beberapa periode perkembangan budaya ada kesalahan persepsi terhadap arti sugihan Jawa dan Bali itu, dalam konsep perbedaan geografis dan strata sosial. Salah kaprah itu masih terngiang, dimana sugihan Jawa, dianggap dirayakan oleh orang luar Bali, orang-orang biasa yang bukan keturunan bangsawan. Sedangkan sugihan Bali, hanya dirayakan oleh orang Bali asli, dari keturunan kasta para bangsawan.
• Seiring perkembangan pemahaman filsafat agama berdasarkan sumber kitab suci Veda, makna sugihan tersebut kemudian diluruskan artinya. Istilah Jawa itu identik dengan jaba, artinya diluar, sedangkan Bali identik dengan wali, artinya kembali, kedalam diri. Jadi sugihan Jawa, berari pensucian diluar diri, pembersihan terhadap lingkungan, alam makrokosmos (bhuana agung). Sementara, Sugihan Bali, berarti pensucian kedalam diri sendiri, pembersihan terhadap alam mikrokosmos (bhuana alit).
Bagaimana memaknai dan melaksanakan perayaan sugihan tersebut, secara benar menurut tuntutan kitab suci, bisa dibaca selengkapnya pada artikel disini. Selamat merayakannya. Semoga damai selalu.

h1

BERBAGAI MAKNA DIBALIK BENCANA

6 Oktober 2009

790045 - Semi-tropical sunset, ArizonaSIAPAKAH yang bisa menebak datangnya bencana?. Kendatipun sudah ada ramalan cuaca atau prakiraan iklim dengan berbagai teknologi canggih, tetapi bencana tetap suatu misteri. Tidak terduga timbulnya, tidak tertangkal datangnya dan tidak terkira dampaknya. Seakan alamlah yang sudah merencakan sendiri, mengapa harus selalu muncul bencana, sehingga kita bersama bisa mengambil maknanya.
Apakah kita telah bisa mengungkap makna dibalik bencana yang tiba-tiba menimpa?. Tampaknya Setiap kali ada bencana selalu ada berbagai rona makna yang setia mengiringi setelah timbulnya bencana. Semua bisa diamati, didengar, dilihat dan dirasakan bersama, melalui informasi dari para sahabat, kerabat, keluarga dan media massa yang sedang rutin menyiarkan berita terkini terkait bencana.
Makna yang dialami tergantung bagaimana merasakannya dengan sikap empati dan simpatik. Ada banyak makna yang bisa dirasakan dibalik kejadian bencana, misalnya seperti kenyataan berikut ini:
• Beramai-ramai saling peduli dengan sesama tertimpa bencana
• Bergotong royong saling menolong korban dampak bencana
• Berbondong-bondong saling menyokong bantuan kemanusiaan
• Bersama-sama menggalang kepedulian donatur dan dermawan
• Bersibuk-sibuk memberi bantuan untuk peduli korban bencana
• Bersiap siaga melindungi diri dan keluarga dari bencana susulan
• Bersatu padu membenahi kerusakan tempat tinggal akibat bencana
• Beramai-ramai mengurangi derita lewat pengumpulan dana peduli bencana
• Bersiap sedia menjadi relawan sukarela demi kemanusiaan
• Beramai-ramai mencari liputan berita terkini rentetan kejadian bencana
• Berupaya mencari-cari peluang mengais rejeki… (dan lain sebagainya…)
Sudah siapkah kita menghadapi bencana yang tidak bisa diduga, sebagai suatu rencana agung kebesaran alam? Semua jawabannya ada didalam diri masing-masing untuk memaknai keagungan alam dengan sikap kearifan dan kerendahan hati dalam memanfaatkan limpahan karunia alam semesta.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.